Jumat, 07 Januari 2011

Menyikapi Problematis Remaja

“Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga”. Adagium inilah yang sering didengungkan para remaja. Karena remaja cenderung suka foya-foya dan ini telah menjadi tren anak muda sekarang. Ditinjau dari sisi manapun, adagium ini jelas-jelas tidak bersubstansi dan tidak ber-orientasi pada suatu tujuan yang nyata karena adagium ini hanya ilusi dan angan-angan orang pemalas yang maunya hidup dibikin gampang tanpa bersusah payah.
Dunia remaja merupakan alam transisisi menuju masa dewasa. Wajar saja kalau dalam dunia remaja kaum muda akan dihadapkan pada hal-hal yang baru. Banyak perubahan-perubahan pada seseorang yang sedang memasuki masa remaja, baik dalam hal berinteraksi sosial dengan sesamanya ataupun dalam menyikapi suatu hal.
Budaya para remaja seringkali kontradiktif dengan budaya kaum dewasa sehingga seringkali terjadi konflik antara anak dan orang tuanya. Para remaja juga cenderung untuk menganggap diri mereka unik dan mereka yakin keunikan tersebut akan berakhir dengan kesuksesan.  Melihat fenomena seperti ini, tentunya bermanfaat bagi kita untuk memahami dinamika kaum remaja. Mengingat kaum muda merupakan aset yang cukup besar terhadap kemajuan bangsa. Energi kaum muda akan memberikan kontribusi besar terhadap berkembangnya peradaban bangsa, baik dalam segi sosial, budaya, dan politik. Tapi, keberadaan energi muda ini juga akan menjadi penyebab kehancuran suatu bangsa jika energi ini tidak tepat dalam penggunaannya.
Menyikapi budaya yang digagas oleh kaum yang menamakan diri mereka remaja, memang harus bijak. Hal ini dikarenakan apabila terjadi misscommunication  antar kaum remaja dan dewasa akan terjadi koflik yang berpengaruh pada timbulnya disintegrasi sosial dan keutuhan berbangsa dan bernegara. Maka sebaiknya kita bersikap arif dalam menyikapi mereka, tidak asal menyalahkan budaya mereka, tetapi memberikan pandangan dan sugesti secara lembut serta mencari solusi terbaik terhadap perkembangan yang terjadi dalam dunia mereka. Waallahua’lam!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar